Mengenangmu

Saat dimana aku harus mampu menetralisir kegalauanku akan semua ini.. Sebenarnya aku tak ingin larut terlalu lama dalam kesedihan akan perpisahan dengan kalian semua. Tapi, apa daya itulah yang terjadi, bahwa aku belum sepenuhnya sanggup untuk berpisah dari kalian saudara/i. Awalnya aku tak pernah berpikir bahwa kalian akan menjadi mozaik-mozaik dalam hidupku. 
Kalau diingat-ingat lucu juga sih hahahahh.. Awal masuk asrama dengan gaya masing-masing, masih dengan egonya sendiri, bisa dibilang polos dan lugu juga iya. Ketemu sama senior yang awalnya masih dengan senyum ramah dan baik hati, eh gataunya tiba-tiba berubah jadi galak en ngebentak-bentak. Gak nyangka, kaget, plus ketakutan. Orientasi pun dimulai. Gak kebayang betapa lucu dan jeleknya waktu itu kita semua, uda gitu nurut-nurut ajalah sama senior saking takutnya. wkwkwkwk 
Selesai orientasi kehidupan pun mulai berjalan dengan biasa, perjuangan pun dimulai. Belajar, ingat orangtua, dan banyak motivasi yang didapat dari asrama. Dan, mulai menyadari betapa indahnya hidup di asrama. Mulai ngerasa kalau kita adalah sebuah keluarga, satu rasa, jiwa korsa, dan bekerjasama.Kemudian sibuk dengan persiapan lagu angkatan, latihan ke semak-semak, biar gak di dengar sama kakak senior, lagi-lagi polosnya bukan main. Tapi, seru dari situ kita semakin akrab.
Akhirnya, naik ke kelas dua, jadi senior. Banyak banget masalah yang datang silih berganti kita hadapi sama-sama. Kadang kita berantem karna adek junior kita, tapi itu semua wajar, namanya juga hidup ga lepas dari yang namanya masalah dan slek. Disini mulai keliatan lagi sikap egonya, biasa.. menjelang usia 17 tahun. wkwkwk
Naik lagi ke kelas 3. Jadi yang tertua di asrama. Banyak cerita dilalui bersama. Diawali dengan hadirnya bapak pembina yang baru, ada rasa memberontak dengan aturan yang baru, tapi akhirnya dituruti juga. Sampai akhirnya berganti ke Pak Erli. Lucuu,,, senam pagi dengan kaki buka tutup, kalo salah ulang dari awal hitungan sampai 30 kali. ya ampuun! Sering kenak tegor, tapi tetep aja staycool. wkwkwkwk paling recok kalo di barisan kalo lagi apel ga peduli pagi, siang, atau malam ributnya ga ketulungan, ceritanya gak abis2 gatau udah berapa album yang dicetak. wkwkwkw Tapi, sekarang sedihnya minta ampun  ninggalin asrama yang penuh kenangan bersama Alsfifagetsu-Fe. Dari kertas putih menjadi lembaran-lembaran yang penuh warna. Melukis setiap detik hari-hari dengan hal yang indah bermanfaat bersama kalian. Kini, itu semua udah usai. Tapi, kisah kita belum usai, kita pasti akan ketemu lagi dalam keadaan yang berbeda dimana kita saling menyandang gelar kesuksesan kita masing-masing. Salam Alsfifagetsu-Fe, kesuksesan menanti kita sekalian. Amiin. :)





Komentar

Posting Komentar